
Penderitaan saudara-saudara kita di Gaza dan Palestina bukanlah panggung musiman yang menyala saat pemberitaan meledak, lalu padam saat linimasa mereda. Tak terasa sudah 3 tahun genosida terjadi Gaza pada esok 7 Oktober 2026.
Ketika perhatian publik mulai teralihkan oleh isu nasional dan perang selat Hormuz dan Yaman, realitas di tanah Gaza tidak pernah berkurang kepedihannya; blokade, penindasan, dan krisis kemanusiaan masih berlangsung setiap detik.
Sebagai bagian dari tubuh umat Islam yang satu, konsistensi kita sedang diuji. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa orang beriman itu bagaikan satu tubuh—jika satu anggota merasa sakit, seluruh tubuh ikut merasakannya. Melupakan Palestina saat isu mulai “mereda” di media adalah bentuk kekalahan empati yang tidak boleh kita biarkan terjadi.
Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk terus menjaga api solidaritas ini melalui langkah-langkah nyata:
1. Jaga Konsistensi Boikot
Boikot ekonomi bukan tren sesaat, melainkan bentuk perlawanan damai yang paling nyata dari setiap rumah tangga. Jangan kendur untuk terus memilih produk lokal atau alternatif yang tidak terafiliasi dengan penjajahan dan penindasan. Satu rupiah yang kita tahan dari produk pendukung agresi adalah kontribusi nyata bagi pelemahan mesin penindas.
2. Salurkan Bantuan Melalui Lembaga Kredibel
Kebutuhan pangan, air bersih, medis, dan rekonstruksi di Gaza adalah kebutuhan jangka panjang. Terutama menjelang winter, musim dingin yang membeku sementara mereka tak punya rumah tinggal dan minim pasokan listrik untuk penghangat tubuh. Sisihkan sebagian rezeki secara rutin—bukan hanya saat krisis menjadi tajuk utama berita—melalui lembaga-lembaga filantropi Islam dan kemanusiaan yang resmi, transparan, dan terpercaya agar amanah sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
2. Gaungkan Suara Melalui Aksi dan Ruang Publik
Tetap hadir dalam aksi-aksi solidaritas damai, mimbar-mimbar dakwah, dan ruang digital. Narasi pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina harus terus hidup di media sosial dan ruang diskusi agar dunia tahu bahwa bangsa Indonesia tidak pernah lelah berdiri bersama hak-hak rakyat Palestina, sebagaimana amanat konstitusi kita yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
4. Kekuatan Doa dan Qunut Nazilah
Jangan pernah meremehkan senjata orang mukmin. Selipkan doa untuk keteguhan saudara-saudara kita di Palestina dan negeri muslim lainnya yang ditindas dalam setiap sujud dan sepertiga malam kita.
Kemerdekaan Palestina adalah urusan iman, kemanusiaan, dan keadilan global. Jangan biarkan nurani kita tertidur hanya karena algoritma media sosial berganti topik. Tetaplah bersuara, bergerak, dan berpihak.
Jakarta 6 Oktober 2026; Oleh Fahmi Salim, Presidium Majelis Arah Indonesia



